Profil Rachmawati Soekarnoputri, dari Politikus hingga Dewan Pembina Persipura Jayapura

Rachmawati Soekarnoputri memiliki nama lengkap Diah Pramana Rachmawati Soekarno. Rachmawati Soekarnoputri merupakan anak ketiga dari iima bersaudara pasangan Soekarno dan Fatmawati. Ia lahir di Jakarta, 27 September 1950.

Rachmawati Soekarnoputri dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu (3/7/2021) di RS Pusat Angkatan Darat (RSPAD). Rachmawati Soekarnoputri dikenal sebagai politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Ia juga merupakan pendiri dan Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Bung Karno.

Rachmawati Soekarnoputri merupakan pendiri Partai Pelopor di tahun 2002. Rachmawati bersekolah di SD Perguruan Cikini, SMP Perguruan Cikini, dan SMA Santa Ursula Jakarta. Setelah lulus SMA, ia melanjutkan ke Universitas Indonesia di Fakultas Hukum.

Rachmawati berkuliah S1 Hukum diUniversitas Bung Karnopada tahun 2002 dan lulus meraih gelarSarjana Hukum. Rachmawati lalu berkuliah S2 tahun 2017 dan meraih gelarMagisterHukum di kampus yang sama tahun 2020. Selain mendirikan Partai Pelopor di tahun 2002, Rachmawati Soekarnoputri memiliki sejumlah karier politik.

Rachmawati juga pernah menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pada Pilpres 2019, Rachmawati mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Rachmawati juga ditunjuk sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra pada 2020.

Sementara itu Rachmawati Soekarnoputri ditunjuk sebagai Ketua Dewan Pembina Persipura Jayapura pada pertengahan Juni 2021 lalu. Ketua Umum Persipura Jayapura Benhur Tomi Mano (BTM), mengatakan alasan pihaknya mengangkat Rachmawati karena yang bersangkutan bersedia menjadi sponsor bagi Boaz Solossa dan kawan kawan. "Kami saat ini sedang gencar gencarnya mencari sponsor," ungkap Benhur Tomi Mano dikutip dari laman .

"Hal itu untuk menopang perjalanan tim di dua kompetisi yaitu Piala AFC dan Liga 1," sambungnya. Pandemi Covid 19, diakui Benhur, sempat memberikan hantaman yang sangat keras bagi Persipura Jayapura. Tim berjuluk Mutiara Hitam itu harus mengalami krisis finansial akibat tidak ada kompetisi yang bisa digelar di Indonesia.

Ditambah lagi, PT Bank Papua tiba tiba membatalkan kontrak sponsorship untuk Persipura sehingga tim kebanggaan masyarakat Papua itu kehilangan sumber pendapat yang besar. Rentetan peristiwa itu membuat Persipura sampai pada keputusan yang cukup menyakitkan. Skuat Mutiara Hitam resmi dibubarkan pada Januari 2021.

"Kami bersyukur ibu Rachmawati mau menjadi sponsor bagi tim ini," ucap Benhur Tomi Mano. Kebijakan manajemen Persipura Jayapura menunjuk Rachmawati Soekarnoputri sebagai Ketua Dewan Pembina didukung kelompok suporter Persipura Mania. Ketua Persipura Mania, Wilson Samonsabra, mengatakan semua yang menjadi kebijakan manajemen akan selalu didukung oleh pihaknya.

"Manajemen pasti punya penilaian khusus soal ibu Rachmawati dan juga Taha Alhamid," ujar Wilson Samonsabra. "Kami akan dukung kebijakan manajemen," lanjutnya. Wilson juga bangga memiliki Ketua Dewan Pembina yang berasal dari luar wilayah Papua.

"Ini sejarah baru bagi klub. Saya bangga, Persipura bisa memiliki Ketua Dewan Pembina dari luar Papua," pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.