David NOAH Sempat Kaget Dilaporkan karena Lakukan Penggelapan, Hari Ini Bakal Dipanggil Polisi

David NOAH saat ini terseret kasus dugaan dan penggelapan karena dilaporkan rekan bisnisnya Lina Yunita. Pria bernama asli David Kurnia Albert ini awalnya mengaku tidak tahu dilaporkan ke polisi oleh Lina. Saat bangun tidur, ia kaget bahwa namanya terdaftar di , diduga telah menggelapkan uang sebesar Rp 1,15 Miliar.

"Pasti syok ya, saya tahu pas bangun tidur. Meski begitu, saya akan lakukan yang terbaik dan sebisa mungkin balikin apa yang jadi tanggung jawab perusahaan, dengan uang saya sendiri," jelasnya beberapa waktu lalu saat . Rekan satu band Ariel NOAH ini tak menyangka bahwa akhirnya, permasalahan ini sampai kepada laporan kepolisian. "Kekecewaannya adalah sebagai manusia ya. Karena selama ini mencoba cari pembayaran ya ngepush perushaan atau saya cari sendiri," ungkapnya.

"Tapi ya udah engga apa apa, saya pahami orang kan punya rasa kepercayaan sama saya. Ketika jadinya seperti ini, ya jalani," sambungnya. David NOAH berharap kasus dugaan penggelapan uang Rp 1,15 milik Lina Yunita tidak berakhir sampai putusan pengadilan dan berharap adanya perdamaian dengan adanya kesepakatan. "Sampai saat ini masih mediasi dengan baik meunujunke titik terang lah. Saya tau Lina jg bingung mau kejar pt a itu kemana. Orang saya jg bungung. Ya mudah mudahan bisa selasai dengan baik," ujar David Noah.

Kasus dugaan penggelapan dan penipuan uang Rp 1,15 miliar yang menyeret nama David NOAH terus bergulir di Kepolisian. Keyboardist bernama asli David Kurnia Albert Dorfel dijadwalkan akan diperiksa polisi Jumat (20/8/2021) hari ini. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pemeriksaan David 'NOAH' akan diperiksa pada Jumat pagi.

"Besok tanggal 20 Agustus sekitar pukul 10.00 WIB kami undang untuk 3 terlapor. Pertama DK (David NOAH), kemudian YS dan EAS," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (19/8/2021). Yusri menambahkan, sebelum memeriksa David dan dua terlapor lainnya, polisi juga telah meminta keterangan pelapor atas nama Lina Yunita telah dimintai keterangan pada Kamis (12/8/2021) lalu. Selain Lina, polisi turut memeriksa saksi saksi dari terkait kasus itu pada Senin (16/8/2021) kemarin. Selain itu, har ini pihak kepolisian juga mengagendakan pemeriksaan saksi dari pihak bank.

"Hari ini kami juga periksa saksi saksi kepada dari bank. Mudah mudahan bisa datang untuk kepentingan penyelidikan," tutur Yusri. Atas pemanggilan pihak terlapor, Yusri berharap pihak David bersikap kooperatif untuk memenuhi undangan pemeriksaan polisi pada besok pagi. J Ika pemeriksaan tersebut sudah dilakukan, langkah polisi selanjutnya adalah melakukan gelar perkara untuk melanjutkan kasus tersebut.

"Kalau semua sudah diperiksa dan lengkap baru kita gelar perkara untuk menentukan status perkara apakah bisa dilanjutkan ke tingkat penyidikan," terang Yusri. Sebagai informasi, David Kurnia Albert Dorfel dilaporkan seseorang bernama Lina Yunita pada 5 Agustus 2021 lalu. Laporan tersebut diterima SPKT Polda Metro Jaya dan sudah dilakukan pemeriksaan kepada pelapor. "Terlapornya DKA, YS, dkk. Dia (Lina Yunita) melaporkan bahwa pernah para terlapor ini meminta bantuan kepada si pelapor, minta bantuan untuk talangan dana membiayai operasional proyek terlapor," kata Kombes Yusri pada Jumat (6/8/2021) lalu.

Kasus ini bermula pada permintaan Davis kepada Lina Yunita untuk memberikan dana talangan senilai Rp1,15 miliar pada 2019. David saat itu berjanji akan mengembalikan uang tersebut dalam tempo 3 6 bulan. Namun, sampai jatuh tempo dana itu tak kunjung dikembalikan sehingga Lina melaporkan personel band NOAH ke Polda Metro Jaya atas penipuan dan penggelapan uang. Sebelumnya David NOAH sudah muncul menjawab kasus dugaan penggelapan uang sebesar Rp 1,15 Miliar, yang dilaporkan pemilik uang bernama Lina Yunita.

David NOAH menceritakan bahwa kasus dugaan penggelapan uang Rp 1,15 Miliar, semula karena bisnis dengan Lina Yunita. Mantan suami Gracia Indir yang kala itu bekerja di sebuah perusahaan dengan posisi Direksi, mendapatkan bantuan dana dari Lina Yunita untuk menyelesaikan sebuah project. Dimana perusahaan yang dijalani David dan teman temannya, memiliki sebuah project yang mendapatkan bantuan dana segar dari Lina Yunita.

Namun, ketika waktu yang sudah ditentukan, project tersebut mundur sampai akhirnya diduga tidak terealisasikan, hingga membuat Lina meradang kepada David. "Jadi memang Lina ini pemberi dana. Jadi saya awalnya ngobrol sama temannya Lina, kemudian temannya Lina mau mencarikan solusi, hingga akhirnya Lina mau membantu," kata David Noah dalam wawancara virtual, Jumat (13/8/2021). "Seiring berjalannya waktu dan Lina sudah mengirimkan uang ke perusahaan, project ini mundur. Ya saya juga tidak mengira ini semua terjadi dan saya juga tidak mengharapkan itu," tambahnya.

Ketika Lina mempertanyakan uangnya, berjalannya waktu diakui pria 40 tahun tersebut, teman temannya di perusahaan pergi meninggalkannya dan David menanggung semua masalah ini. "Sampai akhirnya saya melakukan mediasi dan saya ingin membayar uang tersebut dengan mencicil dan saya bayar Rp 500 juta dulu," ucapnya. Akan tetapi, diakui mantan suami Gracia Indri itu, Lina menolak usaha pelunasan uang yang dibayar Rp 500 juta lebih dulu, dan dilunasi kemudian hari.

"Uang itu ditolak dan jadilah LP (Laporan Polisi)," ungkapnya. Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.